<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424</id><updated>2011-04-21T11:23:37.409-07:00</updated><title type='text'>PPMI Dewan Kota Bandung</title><subtitle type='html'>PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA - BANDUNG</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115505080535199877</id><published>2006-08-08T08:24:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T08:42:18.750-07:00</updated><title type='text'>Golput Pun Berbicara</title><content type='html'>NEWSLETTER MERAH PUTIH&lt;br /&gt;EDISI MEI-JULI 2003&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Halaman 7-8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;LAPORAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Golput Pun Berbicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mereka tidak ubahnya seperti kacang yang lupa kulitnya. Setelah pemilu selesai, kursi empuk sudah diduduki, mereka lebih terkesan  menunggu bola dari pada menjemputnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Golput menurut Sosiolog Arief Budiman, sesunguhnya merupakan kritik bagi calon atau partai peserta pemilu. Setiap tindakan seseorang, tak terkecuali dalam politik selalu memiliki alasan. Seseorang menjadi anggota sebuah organisasi, setidaknya karena ia merasa bahwa ia akan memperoleh keuntungan tertentu. Demikian pula seseorang yang memberikan suara dalam sebuah pemilihan. Ia melakukan itu karena merasa suaranya, baik langsung maupun tidak langsung dapat tersalurkan atau dapat ikut mempengaruhi pembuatan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pemilu pertama tahun 1955 sampai pemilu tahun 1999&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang konon sebagai pesta demokrasi, memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di parlemen untuk membawa dan memperjuangkan aspirasinya serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memilih pemimpin bangsa untuk membawa pada kehidupan yang lebih baik, ternyata hanya sebatas janji-janji palsu yang tidak pernah terealisasikan. Kalau kemudian rakyat memilih Golput pada pemilu 2004 yang akan datang, apakah mereka kelompok yang tidak bertanggung jawab dan putus asa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menyebut mereka putus asa, mungkin ada benarnya, putus asa terhadap partai- partai peserta pemilu. Tetapi bukan berarti mereka tidak bertanggung jawab. Sikap tidak memilih itulah tanggung jawab yang mereka tunjukkan, karena lima tahun sebelumnya mereka tidak tepat dalam memilih partai peserta pemilu. Kekecewaan itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada dalam tiga hal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pertama, janji-janji partai peserta pemilu hanya sebuah mimpi yang tidak pernah terealisasi. Janji untuk mensejahterakan rakyat, kebijakan yang berpihak pada rakyat, ternyata malah melupakan rakyat yang suaranya ketika pemilu hanya dijadikan alat legitimasi politik. Mereka tidak ubahnya seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Setelah pemilu selesai, kursi empuk sudah diduduki, mereka lebih terkesan menunggu bola dari pada menjemputnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Masih segar dalam ingatan, bagaimana ratusan warga korban waduk Kedung Ombo yang sedang berdemo di depan kantor DPRD dan Gubernur Jawa Tengah yang menuntut ganti rugi tanah mereka yang cuma dihargai kurang dari harga satu batang rokok, Rp 300 per meter. Bahkan ada sebagian warga yang belum menerima ganti rugi. Kemarahan yang ditahan selama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;12 tahun membuat Parman, wakil masyarakat Kedung Ombo, berteriak di hadapan para wakil rakyat dan pejabat, “jika pemerintah tetap tidak mengindahkannya, maka kami mengancam akan golput pada pemilu mendatang.” Hal senada juga dikatakan Parjan, ketua Serikat Korbaan Kedung Ombo. Menurutnya tidak ada gunanya ikut pemilu, kalau wakil yang dipilihnya tidak dapat memperjuangkan aspirasi rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kedua, moralitas politisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang selalu dipertanyakan. Kenyataan ini dapat dilihat dari keberadaan sebagian anggota dewan yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, sehingga tidak heran bila dalam waktu yang singkat dapat mengumpulkan harta yang berlimpah. Padahal disadari atau tidak akan menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial di masyarakat. Kecenderungan ini dikuatkan oleh M. Basuki, mantan ketua DPRD Kota Surabaya yang sekarang sedang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mendekam di LP Medaeng Surabaya atas kasus dugaan korupsi. Ia mengatakan “Jadilah politisi kalau ingin cepat kaya.” Sudah bukan rahasia umum lagi kalau menjadi anggota dewan pasti kaya, rumah dan mobil mewah akan cepat dimilikinya, padahal kalau hanya bermodal gaji yang diterimanya sangat sulit mengumpulkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harta berlimpah dalam sekejap. Kasus Basuki tidak ubahnya seperti iceberg yang hanya tampak kecil di permukaan. Begitu juga dengan Akbar Tanjung, ketua DPR RI, yang jelas-jelas divonis kurungan penjara atas kasus penyelewengan dana Bulog.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di samping itu, dalam mata politisi, solusi atas masalah politik terbatas pada mekanisme antar partai: kompromi , aliansi, koalisi, lobby, lalu bagi-bagi kue kekuasaan, tanpa mendengar suara grass root. Perdebatan yang ada lebih mengarah pada kepentingan kelompok seperti penentuan undang-undang menyangkut pemilu, pemilihan presiden, kepala daerah dan yang lainnya. Contoh kecil adalah Dalam pembahasan syarat capres dan wapres fraksi-fraksi di senayan tetap bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Sebagian tetap menginginkan capres harus bergelar sarjana, karena calon dari yang bersangkutan seorang sarjana, sebagian lagi hanya mensyaratkan lulusan SLTA karena calonnya memang hanya lulusan SLTA. Debat kusir itu akhirnya gagal membuahkan kesepakatan dan diserahkan pada Panja, padahal tidak sedikit uang rakyat yang digunakan untuk membiayai sidang wakil-wakil rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ketiga, sampai sekarang, kinerja anggota dewan dan pemerinah terkesan stagnan, baik di sektor ekonomi, hukum dan yang lainnya. Kebuntuan penyelesaian, persoalan ekonomi berupa jeratan hutang dan penyakit KKN, saat ini boleh dikata sudah final bagi pemerintah dan DPR. Yang dapat dilakukan antara lain : (1) menambah hutang luar negeri yang sampai saat ini hutang ke IMF sudah mencapai US 9,7 milyard,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anehnya hutang sebesar itu tidak membuat rakyat sejahtera. (2) Mencabut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;subsidi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan alasan demi kepentingan rakyat, padahal begitu dahsyatnya demonstrasi yang menentang kebijakan itu dan banyaknya masyarakat nelayan yang berhenti melaut karena harga BBM yang mencekik. (3) Menjual aset negara seperti PT. Telkomsel, Indosat, BCA dan yang lainnya. Padahal bisa saja penghematan dapat dilakukan dengan cara misalnya memotong gaji seluruh pejabat yang digaji oleh negara dengan resiko mengurangi pendapatan partai, atau mencabut subsidi kepada partai politik yang jumlahnya lebih dari satu triliun rupiah per tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam bidang hukum, penyelesaian kasus-kasus besar yang melibatkan banyak tokoh partai yang berbeda-beda, sering tidak jelas, karena adanya lobby-aliansi-koalisi atau lainya. Akbar Tanjung yang sudah jelas-jelas divonis hukuman penjara, ternyata dengan enaknya berkeliaran dan memimpin-sidang, begitu juga kasus korupsi jaksa agung yang terkesan ditutup- tutupi. Padahal ketika kampanye pemilu, seluruh elit politik dengan lantangnya menentang praktek KKN, dan memperjuangkan nasib rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di samping itu kualitas anggota dewan juga dipertanyakan, sehingga pemilu tak ubahnya ajang pembelian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kucing dalam karung, karena hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Menurut Utsman Ihwan, ketua DPRD Sidoarjo Jawa Timur,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penilaian itu tidak berlebihan, karena tidak sedikit anggota dewan yang tidak memiliki basik keilmuan yang mapan. Ia menambahkan, komisi D yang fokusnya pada pembangunan fisik, ternyata diisi oleh anggota dewan yang tidak mempunyai basic sipil perencaanaan. Komisi B yang menangani perencanaan keuangan, ternyata anggota dewan yang bersangkutan tidak ahli manajemen keuangan, begitu juga dengan komisi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bertiupnya angin reformasi membawa harapan-haran baru terhadap partai-patai dan tokoh-tokoh baru untuk membawa negeri ini meninggalkan kegelapan menuju kecerahan. Kini hampir semua tokoh telah menunjukkan jati dirinya, mulai angkatan tua dan berumur di atas 70 tahun hingga yang masih muda. Semuanya naik panggung, dan ingin menang. Lalu rakyat melihatnya, dan sebagian besar tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Kiranya tidak terlalu berlebihan bila Gus Dur dan Todung Mulya Lubis memprediksikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkatnya kecenderungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;golput pada pemilu 2004 mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hal ini karena (1) meningkatnya kedewasaan rakyat dalam hal politik. Golongan ini lebih banyak menilai atas kinerja para partai politik yang ujung-ujungnya menimbulkan rasa tidak percaya dan akhirnya tidak akan memilih lagi. (2) masih banyaknya rakyat yang tidak paham terhadap masalah politik. Mereka tidak mau terlibat masalah politik yang diterjemahkan dengan tidak menggunakan hak pilihnya. (3) Sulitnya pemilih berpindah ke partai yang secara ideologis berlawanan. Secara jelas terdapat pengelompokan antara partai nasionalis, Islam, moderat , dan masing-masing memiliki sub lagi, seperti Islam fundamental, moderat sekuler, nasionalis moderat, kiri, dan yang lainnya. Pemilih partai-partai Islam, sulit untuk berpindah menjadi pendukung partai nasionalis, demikian juga sebaliknya. Adanya kedekatan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;emosional seperti ini mengarahkan seseorang untuk tetap memilih partai lama, atau tidak memilih sama sekali bila mengalami kekecewaan. Karena itu wacana golput sudah menjadi milik umum dan memasyarakat, dan kebetulan kinerja partai-partai tidak memuaskan. Prediksi akan meningkatnya jumah golput secara berlipat menjadi masuk akal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholihin Hasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pemimpin Redaksi LPM FORMA&lt;br /&gt;Fak. Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115505080535199877?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115505080535199877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115505080535199877&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505080535199877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505080535199877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/golput-pun-berbicara.html' title='Golput Pun Berbicara'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115505065277995026</id><published>2006-08-08T08:21:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T08:24:12.790-07:00</updated><title type='text'>Abstain, Tidak Sah, GOLPUT</title><content type='html'>NEWSLETTER MERAH PUTIH&lt;br /&gt;EDISI MEI-JULI 2003&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Halaman 6-7&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;LAPORAN UTAMA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Abstain, Tidak Sah, GOLPUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;" lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiga istilah yang esensinya sama tapi memiliki makna berbeda sesuai dengan pemaknaan sosial-politik yang melahirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Masih lekat di ingatan, ketika sidang MPR 1999 memilih presiden dengan calon Abdurahman Wachid dan Megawati. Anggota MPR yang tidak memberikan suaranya pada kedua calon tersebut, mereka disebut ‘abstain’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam konteks pemilu, kertas suara yang dicolok lebih dari satu gambar partai politik, atau dicolok di bagian bingkai gambar maka kertas suara dinyatakan ‘tidak sah’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;‘Golput’. Banyak perumpamaan disandingkan padanya, Arief Budiman misalnya, mengibaratkan golput seperti nyamuk, selalu mendengung di telinga membuat susah orang tidur, tapi ketika lampu dinyalakan, ia tak tampak batang hidungnya. Atau Ali Moertopo, mengistilahkan golput dengan kentut, tercium baunya tapi tak berbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Setiap menjelang pemilihan umum (pemilu) di Indonesia, golongan putih (golput) selalu jadi perbincangan. Pasalnya, golput adalah mereka yang tidak berpatisipasi dalam pemilu atau mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. Pada dasarnya setiap pemilu tidak semua eligible voters (orang yang punya hak pilih) akan menggunakan hak pilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahkan di negara Barat penganut demokrasi liberal, tingkat orang yang tidak menggunakan hak pilihnya lebih besar dari yang menggunakan hak pilihnya. Amerika misalnya, di pemilu 1960, warga yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai hampir 50 persen dari eligible voters. Dan di Swis mencapai 50 persen lebih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di Indonesia, setiap pemilu selalu ada warga eligible voters yang tidak menggunakan hak pilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada pemilu 1955 (pemilu pertama) populasi penduduk Indonesia mencapai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;77.987.879 jiwa dengan 43.104.464 jiwa yang mempunyai hak suara. Pemilu 1955 dilakukan dua kali, pertama memilih DPR, yang kedua memilih Konstituante. Hasilnya 37.787.569 suara (DPR) dan 37.873.111 suara (Konstituante).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dan pemilu 1971 perolehan suara 54.699.509 dari 58.558.776 pemegang hak pilih. Pemilu 1999 memperoleh 105,8 juta suara dari 126,7 juta pemegang hak pilih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Istilah golput sendiri muncul menjelang pemilu 1971. Arief Budiman, Adnan Buyung Nasution, Marsilam Simanjutak termasuk diantaranya yang mengampanyekan golput, dan dianggap sebagai pelopornya. Mereka menyatakan bahwa golput bukan organisasi, melaikan gerakan kultural untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak asasi politik masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Munculnya fenomena golput tidak lepas dari kondisi sosial-politik waktu itu. Pemilu 1971 merupakan pemilu kedua setelah 1955&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan merupakan babak pertama dari penyederhanaan partai politik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam rentang masa itu banyak perubahan yang terjadi mengenai undang-undang yang mengatur kepartaian, keormasan, kekaryaan dan undang-undang pemilu. Berawal dari Sidang Umum MPRS 20 juni – 5 Juli 1966 yang mengeluarkan Tap MPRS No XXII/MPRS/1966 tentang kepartaian, keormasan, dan kekaryaan mengamanatkan kepada pemerintah dan DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong) agar segera membuat UU yang mengatur kepartaian, keormasan, dan kekaryaan menuju pada penyederhanaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dengan demikian segala peraturan yang menyangkut kepartaian, keormasan, kekaryaan dan undang-undang pemilu ditinjau kembali. Ada beberapa perubahan dan penambahan mengenai peraturan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Salah satunya dicabutnya Perpres (Peraturan Presiden) No.2/1959 tentang larangan keanggotaan partai politik bagi pejabat negeri warga negara Republik Indonesia. Yang dimaksud pejabat negeri dalam UU tersebut; a. Pegawai pemerintah pusat yang digaji menurut golongan F dari PGPN 1955 (pegawai tinggi) dan pegawai pemerintah daerah yang digaji sesuai golongan F; b. Semua anggota angkatan perang dan kepolisian negara; c. Anggota direksi/ pimpinan/ staf pada badan-badan usaha/&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yayasan/ perusahaan/ lembaga negara yang secara langsung maupun tidak langsung seluruhnya untuk sebagian dimiliki oleh negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Proses perubahan UU kepartaian dan UU pemilu bermuara pada munculnya Golkar (golongan karya) yang didirikaan pemerintah sebagai kontestan pemilu 1971, yang akhirnya lahir sebagai pemenang, bersama 9 partai politik yang sudah mengalami penyederhanaan, diantaranya Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Persatuan Tarbiyah (Perti), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Partai Murba, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Karena pemilu 1971 dianggap tidak mencerminkan demokrasi, dan dianggap sebagai praktek manipulasi kekuasaan dari pemerintah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhirnya Adnan Buyung Nasution, Arief Budiman, Marsilam Simanjutak, Asmara Nababan, Imam Waluyo, Julius Usman, Husin Umar (mereka termasuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;eksponen generasi muda angkatan 66) menyerukan pada masyarakat untuk menjadi penonton yang baik pada pemilu tersebut, artinya tidak menggunakan hak pilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam kampanyenya mereka menyebarkan tanda gambar golput, bentuknya mirip dengan tanda gambar golkar yang berada dalam bidang segi lima, tapi warnanya putih tanpa lambang pohon beringin di tengahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sejak itu warga yang mempunyai hak pilih tapi tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu disebut sebagai golput. Dan golput dalam pemilu dianggap sebagai suara protes terhadap tirani kekuasaan pemerintah dan pemilu yang selalu dimanipulasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Selain eligible voters yang tidak menggunakan hak suaranya dengan tidak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), ada fenomena lain dalam setiap pemilu, yakni mendatangi TPS tapi memilih semua gambar di kertas suara (dinyatakan tidak sah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ada dua kemungkinan kenapa warga eligible voters melakukan demikian, pertama, tidak memahami mekanisme pencoblosaan. Kedua, sengaja menjadikan suaranya tidak sah, yang memang tidak ingin menggunakan hak pilihnya, tapi karena berada di lingkungan yang menganggap golput sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kalau yang pertama yang menyebabkan tidak sahnya suara eligible voters, betapa payahnya sistem pemilu kita sampai eligible voters tidak tahu mekanisme pencoblosan, atau begitu parahnya masyarakat kita, jadi fenomena demikian menjadi kritik bagi pemilu dan kehidupan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dan bila yang kedua dengan alasan sebagian warga memang tidak mau terlibat dalam kegiatan politik; tidak yakin akan perubahan positif yang dihasilkan pemilu; merasa puas dengan keadaan yang ada dan menganggap keadaan tidak terlalu buruk, sehingga apapun hasil pemilu tidak merubah keadaan. Ini juga menjadi kritik bagi pemilu dan menjadi tantangan bagi pemerintahan (hasil pemilu) selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iskandar Dzulqornain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemimpin Umum LPM Solidaritas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115505065277995026?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115505065277995026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115505065277995026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505065277995026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505065277995026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/abstain-tidak-sah-golput.html' title='Abstain, Tidak Sah, GOLPUT'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115505047566351423</id><published>2006-08-08T08:17:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T08:34:40.736-07:00</updated><title type='text'>Miskinnya Kepercayaan Masyarakat Pada Parpol : Luruhnya Demokrasi, Bangkrutnya Legitimasi</title><content type='html'>NEWSLETTER MERAH PUTIH&lt;br /&gt;EDISI MEI-JULI 2003&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;Halaman 4-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;LAPORAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Miskinnya Kepercayaan Masyarakat Pada Parpol:&lt;br /&gt;Luruhnya Demokrasi, Bangkrutnya Legitimasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Diskursus golput menggema lagi. Menandai akan ada "Pesta Demokrasi" —meminjam istilahnya Sabam Sirait untuk menyebut pemilihan umum—, tepatnya 2004 nanti. Mulai dari penggede negara sampai kawula alit pun turut serta memberi makna tentang golput.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Panasnya perbincangan golput dewasa ini paling tidak diawali sejak pembahasan RUU Pemilihan Umum, yang sekarang sudah menjadi UU. Sebab di pasal 139 tersebut mengatur dan mengancam hukuman serta denda bagi para penganjur golput. Berbagai tanggapan atas pasal karet ini pun kemudian meluap, mulai dari penunjukan adanya kebangkrutan legetimasi partai politik di mata masyarakat sampai pada indikasi kemunduran proses transisi demokrasi yang sedang dibangun bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di balik perdebatan mengenai golput, ada beberapa hal penting yang perlu kita pikirkan kembali. Antara lain menyangkut posisi golput dalam demokrasi dan hubungan antara tingkat partisipasi pemilih dan kapabilitas sebuah sistem politik. Hal ini penting untuk diperhatikan karena menyangkut paradigma kita dalam membangun demokrasi di Indonesia ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menampik Stigma, Mengakui Golput Sebagai Hak politik Warga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="EN-GB"&gt;Golput sampai saat ini masih dipenuhi oleh stigma buruk dan makna negatif. Sebagian kalangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menganggap golput sebagai pilihan bodoh, kelompok putus asa, tidak bertanggung jawab, tidak mau ambil risiko, mau enak sendiri, tidak peduli, atau barisan sakit hati. Hal ini dikata akan menciderai dari proses demokrasi di negara ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Anggapan demikian tentunya harus cepat diubah. Sebab lahirnya golput adalah bentuk protes kepada pemerintahan yang tidak pernah memperjuangkan aspirasi rakyat. Pandangan minor terhadap golongan ini ditunjukkan semasa pemerintahan Orde Baru. Melalui berbagai cara, rezim yang berkuasa memobilisasi masyarakat untuk memberikan suara demi kesuksesan pemilu. Ada bermacam-macam bentuk ancaman yang dapat dikenakan bagi mereka yang menolak atau mengkritik kebijakan ini, mulai dari interogasi hingga tuduhan makar dan sebagainya. Ini bisa dilihat pada kasus kampanye golput yang diintrodusir oleh kalangan intelektual yang bergulir sejak tahun 1970-an.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam sistem politik dengan karakteristik mobilized participation yang begitu dominan, seperti dalam kasus Orde Baru, partisipasi politik tidak ditempatkan sebagai hak, tetapi lebih merupakan kewajiban bagi warga negara. Ini adalah sebuah kesalahan mendasar yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran terhadap hak warga negara. Adalah benar bahwa demokrasi pada sebuah negara, salah satunya, ditunjukkan oleh tingkat partisipasi warga negaranya. Akan tetapi, partisipasi politik yang dimaksud adalah partisipasi politik efektif dan berdasarkan kesukarelaan. Ironisnya paradigma demikian masih bersemayam kuat di era sekarang. UU Pemilu adalah bukti paling kongkrit. Mengatur golput dengan tujuan mencegah meluasnya jumlah rakyat yang menolak pemilu bukan saja sebagai bentuk campur tangan, melainkan juga menindas hak politik setiap orang. Pada intinya, UU Pemilu hendak di-akali untuk melarang golput.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam konteks ini, pemilu harus dilihat sebagai sarana utama partisipasi politik masyarakat secara langsung demi pernyataan atau perwujudan prinsip kedaulatan rakyat. Dalam pendirian ini, masyarakat adalah subyek politik; dan peserta pemilu adalah obyek politik. Sebagai subyek politik, masyarakat boleh menentukan pilihannya secara bebas, termasuk keputusan untuk tidak memilih satu pun di antara peserta pemilu, bila ternyata tidak ada satu pun pilihan yang dapat memuaskan pertimbangan pemilih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pendirian ini tidak dapat melarang masyarakat untuk menyatakan dirinya golput. Karena, sebagai subyek politik, masyarakat sendirilah yang menentukan keputusan untuk ikut atau tidak ikut dalam pemilu. Masyarakat dihargai sebagai aktor yang mempunyai kekuasaan untuk menentukan pilihan-pilihan politik. Pelibatan masyarakat dalam pemilu merupakan partisipasi aktif, yakni masyarakat ikut atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ikut pemilu karena mau dan tahu apa yang harus dilakukan secara sukarela.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Maka melarang golput adalah tindakan konyol. Sebab ia merupakan bagian dari proses demokratisasi. Tindakan memilih bukanlah merupakan kewajiban, namun ia adalah hak. Maka kesadaran untuk tidak memilih adalah otoritas tiap warga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Melonjaknya Angka Golput dan Kebangkrutan Legitimasi Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Banyak tokoh yang menengarai bahwa Pemilu 2004 nantinya akan kental diwarnai oleh golput. Hal ini disebabkan karena susutnya kepercayaan terhadap partai politik yang ada dalam mewakili kepentingan masyarakat. Berkembangnya sistem multipartai tidak sebangun dengan meningkatnya keterwakilan aspirasi masyarakat dalam politik. Partai politik kini dinilai lebih sibuk dengan kepentingan pribadi atau kelompoknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hal inilah yang melatari lahirnya ketidakpercayaan masyarakat pada parpol. Gemuruh ketidakpercayaan masyarakat ini ditangkap pemerintah. Kenyataan demikian, kata Wawan Ichwanuddin, Staf Peneliti pada Laboratorium Ilmu Politik FISIP UI Depok, sebagai faktor yang melatarbelakangi adanya pasal karet di UU Pemilu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ya. Gemuruh suara itu terdengar di mana-mana, dan tak dapat dibendung. Maka tidak salah jika Direktur Center for Electoral Reform (CETRO) Todung Mulya Lubis memprediksi jumlah Golput pada Pemilu 2004 akan berkisar 40-50% (MetroTV, 25 Januari 2003). Sebuah prediksi yang luar biasa, baik dari sisi keberanian maupun angkanya. Katakanlah pada kenyataannya tidak sebanyak itu, tetapi 20-25% saja yang tidak memilih, itu telah cukup untuk memaksa bangsa ini mengaca diri secara sungguh-sungguh, karena jumlah itu setara dengan 10 kali lipat electoral threshold (ET) —batas minimal suara untuk partai peserta pemilu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jika berkaca pada Pemilu 1999, hanya PDIP dan Golkar yang mendapatkan suara lebih dari 20%. Jika pada Pemilu 2004 nanti jumlah perolehan suara masing-masing partai dikurangi penambahan jumlah golput, bisa-bisa juara kedua atau ketiga dari hasil pemilu adalah Golput! Bila prediksi Todung itu benar, golput bahkan bisa menjadi pemenang pemilu 2004.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Meski di masa Orba jumlah pemilih berkisar 90%, namun itu tidak bisa dijadikan patokan untuk menakar keberhasilan demokrasi. Pemilu saat itu tidak lebih dari pesta para elit di tengah kesederhanaan dan pragmatisme pemilih. Peserta hanya 3 macam, itupun yang dua sulit untuk dipilih karena berbagai tekanan dan karena sistem.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada Pemilu 1999, ketika rakyat belum tahu persis karakter partai-partai baru, mereka dapat menentukan pilihan tanpa ‘banyak tingkah’. Saat itu terdapat 48 partai peserta pemilu, dan semuanya mendapatkan suara, mulai yang beberapa puluh ribu (10 partai mendapat kurang dari 100 ribu suara), beberapa ratus ribu (9 partai mendapatkan antara 100-200 ribu, 18 partai mendapatkan antara 200-400 ribu, 2 partai antara 500-700 ribu), hingga beberapa puluh juta orang (terbanyak PDIP 35.689.073 suara). Jumlah suara yang sah saat itu mencapai 105,8 juta, dari 126,7 pemilih yang memiliki hak suara. Agak sulit menentukan jumlah persis Golput dari selisih sekitar 21 juta suara yang terdiri dari kartu suara rusak (tidak sah) dan hak suara yang tidak digunakan, karena tidak diketahui apakah dengan alasan kesengajaan atau tidak. Hanya yang didasari kesengajaan yang dapat disebut sebagai Golput. Tetapi angka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara 13-15% (setara dengan 16-19 juta orang) nampaknya masuk akal untuk memperkirakan jumlah Golput pada Pemilu 1999.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Melonjaknya jumlah golput ini bukan tanpa alasan. Setiap tindakan seseorang, tak terkecuali dalam politik, selalu ada alasannya. Inilah yang dalam literatur ilmu politik disebut sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;political efficacy. Ketika ia merasa suara yang diberikannya akan sia-sia karena tidak memiliki pengaruh atau dampak apa-apa, ia cenderung untuk tidak memberikan suaranya. Menurut Wawan, ketika seseorang memilih untuk bersikap apatis atau tidak ikut berpartisipasi, ada beberapa alasan mengapa itu dilakukan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara lain, (1) Tidak paham terhadap masalah politik sehingga ia tidak mampu atau mau terlibat dalam kegiatan politik, (2) Ia tidak yakin akan hasilnya. Keikutsertaannya tidak akan membawa pengaruh positif bagi keadaan yang ada, (3) Ia merasa puas terhadap keadaan yang ada dan menganggap keadaan tidak terlalu buruk, apa pun hasil pemilihan tidak akan mengubah keadaan. Ini banyak terjadi di negara dengan sistem politik yang sudah mapan, dan (4) Ia berada dalam lingkungan yang memandang tinggi orang yang yang tidak berpartisipasi. Keinginan sebagian pemilih untuk golput pada Pemilu 2004 juga memiliki motif yang serupa, meskipun mungkin dengan sedikit pergeseran. Sasaran kritik dari golput sekarang tidak lagi hanya pemerintahan yang sedang berkuasa, tetapi juga lembaga politik lain, yakni partai politik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bila jumlah golput tidak signifikan, semua anggapan miring itu dapatlah dibenarkan. Tetapi bagaimana bila jumlah golput membengkak hingga melebihi jumlah perolehan seluruh partai kecil? Total perolehan suara partai yang lolos ET Pemilu 1999 adalah 93.676.373, sehingga massa partai tersingkir maksimum berjumlah 12.110.228 atau 11,44%, hanya separuh dari jumlah perkiraan Golput 2004. Bila 50% dari suara itu menambah jumlah Golput, angkanya berkisar 5,5%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bila demikian, meski hasil pemerintahan pasca 2004 nanti sah secara prosedural, namun ia miskin legitimasi. Dengan sendirinya masyarakat sudah membuktikan ketidakpercayaan mereka pada kemenangannya itu. Realitas ini tentu saja akan memiskinkan wibawa pemeritahan dalam mengatur negara ini. Atau bisa jadi masyarakat tidak akan pernah mengakui pemerintahan nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Miskinnya Kepercayaan dan Hambatan Demokratisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Selain dari kebangkrutan legitimasi pemerintahan pasca pemilu 2004, miskinnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepercayaan masyarakat ini akan berekses pada penghambatan proses demokratisasi. Jika dilihat lebih jauh dalam konteks transisi dan upaya konsolidasi demokrasi yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kini sedang dirintis di Indonesia, pergeseran (perluasan) sasaran kritik golput tersebut membawa dampak yang serius. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik, baik eksekutif, birokrasi, lembaga peradilan, lembaga perwakilan maupun partai politik adalah sebuah hambatan besar bagi perkembangan demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rendahnya kepercayaan terhadap sistem politik yang ada adalah sebuah kondisi yang membahayakan bagi masa depan demokratisasi. Bagaimanapun, sebuah rezim demokrasi terkonsolidasi hanya jika mayoritas publik, meskipun dalam keadaan sulit atau krisis, tetap pada keyakinan bahwa prosedur dan lembaga demokratis merupakan jalan yang paling tepat untuk mengatur kehidupan bersama serta dukungan publik terhadap alternatif-alternatif nondemokratis sangat kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam konteks ini kecenderungan golput pada pemilu mendatang dapat dipahami argumentasinya, yaitu sebagai kritik atas kondisi politik yang ada. Keikutsertaan dalam pemilu hanya akan memanjakan partai politik dengan prilakunya sekarang. Partai akan menikmati besarnya dukungan publik, meskipun kenyataannya mereka tidak mampu mewakili kepentingan masyarakat. Keadaan pun akan bertambah buruk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebab demikian, biarkan golput menjadi bagian dari praktik politik warga negara dalam berdemokrasi. Di beberapa negara lain sistem politik tetap berjalan, meskipun angka pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya berkisar antara 50-60%.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stabilitas sebuah sistem politik lebih ditentukan oleh kapabilitas sistem tersebut dalam memenuhi fungsinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Selain itu, kita juga sadar bahwa masalah pemilu bukanlah hanya golput. Ada berbagai macam masalah yang lebih besar yang semestinya memperoleh perhatian serius dalam pemilu mendatang, antara lain masalah aturan-aturan pelaksanaan dari sistem pemilihan yang digunakan, penyelenggaraan pemilu yang bersih, dan politik uang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Maka saat ini kita harus mulai menggeser paradigma dalam melihat golput dan partisipasi politik dalam konteks demokrasi di atas mutlak diperlukan agar pemilu mendatang tidak lagi hanya demokasi prosedural semata. Lebih jauh dari itu subtansi untuk targetan membangun demokrasi secara utuh yang mestinya dipertimbangkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Melarang golput justru akan memandulkan dinamika politik yang ada. Sebab ia merupakan bagian untuk mempresentasikan aspirasi politiknya. Negara tentu tidak boleh menjadikannya sebagai suatu yang merugikan atau bahkan dianggap sebagai penyakit yang harus diberantas. Ini adalah kekonyolan paradigma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Biarkan dalam pemilu 2004 nanti golput bebas berbicara. Tiap atribut golput yang tumpah ruah ke jalan adalah hiasan demokratisasi bangsa ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Moh. Kodim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sekjend Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Surabaya dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pemimpin Redaksi LPM EDUKASI Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115505047566351423?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115505047566351423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115505047566351423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505047566351423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505047566351423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/miskinnya-kepercayaan-masyarakat-pada.html' title='Miskinnya Kepercayaan Masyarakat Pada Parpol : Luruhnya Demokrasi, Bangkrutnya Legitimasi'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115505024895681022</id><published>2006-08-08T08:14:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T08:31:43.203-07:00</updated><title type='text'>Ketika Golput Terpasung oleh Ketentuan Hukum</title><content type='html'>NEWSLETTER MERAH PUTIH&lt;br /&gt;EDISI MEI-JULI 2003&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Halaman 2-3&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;LAPORAN UTAMA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketika Golput Terpasung oleh Ketentuan Hukum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;"All people have the right of self-determination. By virtue of the right they freely determine their political status,and freely pursue their economic, social and cultural development."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Itulah penggalan pasal yang terdapat dalam Vienna Declaration and Programme, International Covenant on Politics and Civilians Right, 16 Desember 1966. Jika mengacu pada suatu faham bahwa hak universal tiap orang tidak dapat dibatasi oleh kekuasaan dan negara, maka internsionalitas adalah jawaban yang baku tentang status politik tiap-tiap manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tapi sekali lagi setiap wilayah mempunyai nation character-nya sendiri-sendiri. Oleh karenanya suatu negara terbentuk untuk dapat membuat suatu nation characternya yang baru atau kebalikannya. Kemudian orang-orang yang bergabung di dalamnya tunduk terhadap hukum positif yang dibuat untuk mengatur hak dan kewajiban bagi masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Perkembangan hukum di suatu negara terkait erat dengan perkembangan masyarakatnya. Kondisi-kondisi sosial, politik, budaya, ekonomi sangat besar pengaruhnya dalam pembentukan dan perkembangan hukum. Dengan adanya berbagai persoalan baru yang timbul dari perubahan sosial tersebut, maka hukum harus responsif agar tidak tertinggal. Kalau tidak demikian akan betul-betul menimbulkan persolan pada saat jarak yang memisahkan antara peraturan formal dengan kenyataan yang terjadi telah melampaui batas-batasnya yang wajar. Mengutip pendapat Yehezkel Dror, bahwa persolan akan terjadi bila hukum secara nyata tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang timbul dari perubahan-perubahan sosial yang besar, atau apabila tingkah laku sosial dan kesadaran akan kewajiban berbeda dengan tingkah laku yang dikehendaki oleh hukum. Anomali itu, di Indonesia, telah tergambar nyata dengan adanya berbagai krisis yang melanda negeri ini. Bukankah adanya kultur kekerasan yang sekarang menjadi tren dan diperagakan secara masif di seluruh negeri ini, merupakan buah dari tidak dipercayainya hukum untuk menyelesaikan persoalan secara adil dan damai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia pada saat ini, terutama dalam hal aspirasi politik, begitu nampak. Keengganan masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada pesta Pemilu dari tahun ke tahun kian membudaya. Bukan hal yang aneh karena semua itu lahir dan muncul dari memudarnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem Pemilu itu sendiri dan terlebih pada partai Politik yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kenyataan yang ada sekarang adalah masyarakat sudah semakin pandai dan cukup cerdas dalam mengamati partai politik yang ada. Kejenuhan akan janji-janji yang melenakan sesaat (saat kampanye saja), tanda tanya besar masyarakat tentang quo vadis pasca Pemilu, dan tidak terwujudnya program-program partai yang dijanjikan saat kampanye, adalah dorongan kuat bagi masyarakat Indonesia saat ini untuk memilih GOLPUT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengenai quo vadis pasca pemilu juga aspek yang tidak dapat dilepaskan dari pilihan Golput masyarakat. Mengamati semakin tidak jelasnya pola kehidupan bernegara pasca Pemilu, legitimasi pemerintahan yang terbentuk pasca pemilu memantapkan keengganan masyarakat untuk berpartisipasi di pesta politik tiap lima tahun sekali itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Masalah kemudian muncul ketika pilihan Golput itu dinggap penghalang oleh negara dalam kehidupan demokrasi dan berpolitik di negeri merah putih ini. Entah sebagai upaya untuk meredam atau membungkam aspirasi masyarakat, maka negara mengeluarkan berbagai ketentuan hukum tidak akomodatif mengenai kebebasan aspirasi politik rakyat. Ironinya ketentuan hukum tersebuat tertuang dalam pasal-pasal karet yang menimbulkan interpretasi subyektif dari penyidik dan bahkan hakim sebagai pengambil keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Undang-Undang No.12 tahun 2003 tentang Pemilu merupakan salah satu cara yang digunakan untuk "mengamankan" aspirasi masyarakat pada Golput sebagai pilihan politik. Undang-Undang Pemilu sebagai produk hukum merupakan refleksi tarik menarik kepentingan dalam konteks konfigurasi politik sesaat. Konfigurasi politik saat ini sangat didominasi oleh kekuatan partai politik, karena itu tarik-menarik kepentingan politik dalam UU Pemilu pun untuk sebagian besar merefleksikan kepentingan partai Politik. Sejak Undang-Undang Pemilu ditetapkan dan diberlakukan, muncul dua persepsi politik terhadapnya. Satu sisi ada yang menerima dengan antusias, sebab langkah ke Pemilu 2004 menjadi jelas dan punya pijakan hukum. Sementara pada sisi lain ada yang pesimis, kecewa, dan menentang semua produk Undang-Undang maupun institusi Pemilu.dalam hal ini Pemilu dianggap sekedar menjadi sarana pengukuhan kekuasaan partai politik besar, tak berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Tak bisa dipungkiri, Undang-Undang No.12 tahun 2003 tersebut cepat atau lambat akan membuahkan pragmatisme politik. Yakni suatu sikap politik yang hanya akan berorientasi pada tujuan perolehan kekuasaan dan mengabaikan prinsip-prinsip nilai demokrasi dalam proses pencapaiannya.dalam hal ini sebagian orang merasa kecewa dan cenderung menarik diri dari percaturan politik yang ada serta mengisolasi dirinya dalam lembaga Golput sebagai pilihan politik yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ketentuan pasal 139 ayat 1 jo pasal 139 ayat 2 jo pasal 139 ayat 5 Undang-Undang No.12 tahun 2003 tentang Pemilu, disebutkan secara tersirat tentang tindakan-tindakan yang dapat diancam pidana berkaitan dengan usaha menggagalkan pemilu. Pasal-pasal inilah yang nantinya dimungkinkan sebagai pasal karet untuk menjerat siapa saja warga negara Indonesia yang memilih bergabung dalam lembaga Golput sebagai pilihan politiknya. Meski dalam ketentuan pasal-pasal karet tersebut hanya dapat dikenakan pada "penganjur" Golput, bukan pada individu yang memilih Golput itu sendiri. Mengutip keterangan Nur Basuki, SH, ahli hukum pidana Fakultas Hukum UNAIR, bahwa ketentuan ketiga pasal tersebut memang berpotensi dapat dikenakan pada penganjur Golput, dan bukan atau tidak dapat dikenakan pada individu pemilih Golput.Mengapa? karena dalam pasal tersebut parameter yang digunakan adalah menghalang-halangi, memberi imbalan materi, dan menggagalkan upaya penyampaian hak pilih seseorang. Menekankan pada semata-mata upaya sebelum aspirasi politik itu disampaikan (upaya mempengaruhi ideology). Meminjam istilah Ernest Mendels,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa penaklukan idiologi berarti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa pembebasan manusia harus diarahkan pada usaha yang sadar untuk merombak tatanan masyarakat….dst, mungkin inilah yang ditakutkan oleh penguasa negeri ini akan adanya perombakan tatanan masyarakat bila Golput di biarkan menjamur dan menjamah kehidupan demokrasi negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ada hal menarik dari fenomena Golput yang semakin membudaya dan upaya penguasa untuk membungkamnya, bahwa dalam pengaturan hukum yang lain yaitu tentang Hak Asasi Manusia, sangat dijaminnya kebebasan sipil untuk menyampaikan aspirasi politiknya. Dalam Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 23 (1) dan (2), secara tegas tersurat menyebutkan jaminan setiap orang untuk memilih dan mempunyai keyakinan politik. Lebih tegas lagi dalam ayat 2 menjamin kebebasan untuk mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai dengan hati nuraninya secara lisan maupun tulisan melalui media cetak maupun elektronik. Yang menjadi pertannyaan kemudian adalah dimana kepastian hukum dari ketentuan-ketentuan hukum yang ada bila antara satu peraturan dan peraturan yang lain saling bertentangan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kembali pada ketentuan pasal 139 Undang-Undang Pemilu, ada baiknya bila dikupas ayat per ayat yang ketentuannya memungkinkan menjerat penganjur Golput. Pada pasal 139 ayat 1, dikenakan pada setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan dan "menghalang-halangi seseorang yang akan melakukan haknya untuk memilih"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diancam dengan pidana…dst. Pada ketentuan bergris bawah itulah penganjur Golput dapat dikenakan pasal ini. Mengapa? Karena interpretasi dan operasionalisasinya dapat dikenakan pada tindakan propaganda yang dilakukan oleh setiap orang yang isinya tentang anjuran Golput. Propaganda golput tentu hasil akhir yang diinginkan adalah menghalangi khalayak untuk menggunakan hak pilihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada pasal 139 ayat 5, dikenakan "pada setiap orang yang dengan sengaja menggagalkan pemungutan suara…dst." Sama dengan ketentuan ayat 1 di atas bahwa dalam interpretasi dan operasionalisasi dari pasal ini dapat dikenakan pada penganjur Golput. Karena kategori menggagalkan pemungutan suara dalam pasal ini tidak jelas dan kabur. Artinya dengan ketentuan menggagalkan yang tidak jelas tersebut, penguasa dan praktisi peradilan terutama hakim bisa saja menggolongkan Golput sebagai usaha menggagalkan pemungutan suara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Itulah mengapa ketentuan pada pasal 139 Undang-Undang No.12 tahun2003 tersebut dikategorikan sebagai pasal karet, jelas dan tegas bahwa pemberlakuannya sangat tergantung pada interpretasi dan operasionalisasi pelaksanaan. Produk hukum seperti inilah sebenarnya yang harus di amandir karena tidak responsive terhadap perkembangan sosial masyarakat yang ada. Mengapa begitu? Jelas bahwa Golput&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukanlah suatu ancaman terhadap kehidupan demokrasi dan politik di negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini,seperti anggapan penguasa selama ini. Namun sebaliknya bahwa Golput adalah warna dari kehidupan berdemokrasi, karena merupakan perwujudan dari hak-hak sipil warga negara untuk memilih dan mempunyai keyakinan politik, meskipun keyakinan politik itu berupa Golput yang lahir dari refleksi antipati masyarakat terhadap membudayanya sikap politik selama ini yang hanya berorientasi pada tujuan perolehan kekuasaan dan mengabaikan prinsip demokrasi dalam proses pencapaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kiranya perlu diyakini bahwa Undang-Undang Pemilu penting dijadikan pijakan hukum, tapi Undang-Undanng No 12 tahun 2003 tersebut bukanlah segala-galanya. Undang-Undang menjadi benda mati sejak setelah diundangkannya dan hanya akan hidup kembali melalui interpretasi pelaksanaan. Artinya selalu ada ruang, betapapun terbatasnya, untuk menginterpretasikan dan mengoperasionalkan Undang –Undang Pemilu, termasuk mengenai pasal-pasal yang diindikasikan dapat menjerat Golput sekaligus penganjur Golput.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dalam realitas transisi politik Indonesia, Pemilu sebagai institusi rangkaian proses demokrasi memegang fungsi penting.tapi perlu diingat bahwa Pemilu bukan merupakan peristiwa tersendiri dan terpisah dari rantai demokrasi negeri ini. Salah satu unsur penting dalam rangkaian itu adalah kepercayaan masyarakat.kepercayaan masyarakat baru akan tumbuh bila diyakini bahwa Pemilu membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Redaksi LPM EKSEKUSI&lt;br /&gt;Fak. Hukum UNAIR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115505024895681022?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115505024895681022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115505024895681022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505024895681022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115505024895681022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/ketika-golput-terpasung-oleh-ketentuan.html' title='Ketika Golput Terpasung oleh Ketentuan Hukum'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115504991300070688</id><published>2006-08-08T07:59:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T08:29:36.066-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Menghargai Golput!</title><content type='html'>NEWSLETTER MERAH PUTIH&lt;br /&gt;EDISI MEI-JULI 2003&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Halaman 1&lt;/span&gt;    &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;EDITORIAL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Saatnya Menghargai Golput!&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Golput bak hantu di siang bolong. Keberadaannya pun masih penuh dengan stigmatik dan stereotipe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Menjelang pesta demokrasi 2004 ia kembali dimunculkan dengan wajah buram. Wajah yang penuh arti negatif dalam transisi demokrasi. Tak ayal, negara pun sibuk menyiapkan perangkat hukum untuk menjeratnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Ya. Logika negara memang senantiasa tidak jernih dalam memandang persoalan. Sebuah kekuatan hukum dipaksakan, tanpa memandang resalitas praksis di lapangan. Bagaimana manisnya Parpol sewaktu kampanye. Namun pasca pemilu mereka mengacuhkan begitu saja nasib rakyat. Hanya kekecewaan yang bisa dituai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Argumentasi golput dalam pemilu 2004 kiranya dapat dipahami sebagai kritik atas kondisi politik yang ada. Keikutsertaan dalam pemilu hanya akan memanjakan partai politik dengan prilakunya sekarang. Partai akan menikmati besarnya dukungan publik, meskipun kenyataannya mereka tidak mampu mewakili kepentingan masyarakat. Keadaan pun akan bertambah buruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Sebab demikian, biarkan golput menjadi bagian dari praktik politik warga negara dalam berdemokrasi. Di beberapa negara lain sistem politik tetap berjalan, meskipun angka pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya berkisar antara 50-60%. Stabilitas sebuah sistem politik lebih ditentukan oleh kapabilitas sistem tersebut dalam memenuhi fungsinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Selain itu, kita juga sadar bahwa masalah pemilu bukanlah hanya golput. Ada berbagai macam masalah yang lebih besar yang semestinya memperoleh perhatian serius dalam pemilu mendatang, antara lain masalah aturan-aturan pelaksanaan dari sistem pemilihan yang digunakan, penyelenggaraan pemilu yang bersih, dan politik uang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify; font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Redaksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TIM MERAH PUTIH EDISI GOLPUT:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Penanggung jawab:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M. Kodim (Sekjend PPMI Kota Surabaya).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Koordinator:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saiful Haq.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penulis: Wida, Iskandar, Moh. Kodim, Sholihin Hasan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Editor:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Munib Rofiqi, Hizbulloh Huda, Danang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Penggali Data:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt; Gugun Pribadi, Hesti, Jojo, Ria, Hari, Rahma. Foto: Zain Ubaidillah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Desain:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ismail Amrulloh.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Alamat Redaksi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt; LPM Edukasi Fak. Tarbiyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. A. Yani 117,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kontak:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;081-55272811.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;E-mail:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ppmi_kotasurabaya@yahoo.com.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Design cover by :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; Iruel AM. &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:100%;"&gt;Merah Putih adalah media dua bulanan yang diterbitkan oleh Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), konsentrasi pada isu-isu kerakyatan sebagai upaya pembangunan masyarakat sipil. Kebijakan editorial Merah Putih independen terhadap semua organisasi politik maupun organisasi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115504991300070688?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115504991300070688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115504991300070688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115504991300070688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115504991300070688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/saatnya-menghargai-golput.html' title='Saatnya Menghargai Golput!'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496804794033990</id><published>2006-08-07T09:27:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:27:27.940-07:00</updated><title type='text'>BP NAS PPMI</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496804794033990?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496804794033990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496804794033990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496804794033990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496804794033990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/bp-nas-ppmi.html' title='BP NAS PPMI'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496801803408493</id><published>2006-08-07T09:26:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:26:58.040-07:00</updated><title type='text'>Kode Etik PPMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsideran Kode Etik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="AF"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; Tumbangnya kekuasaan Orde Baru yang represif dan otoritarian, ternyata menjadi momentum besar dan penting bagi dunia pers umum di tanah air untuk bebas berekspresi. Kemerdekaan pers di Indonesia saat ini telah menjadi saranan pemenuhan hak asasi manusia dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers tersebut, maka dunia pers menyadari adanya tanggung jawab sosial serta keberagaman masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pers mahasiswa juga adalah salah satu agen informasi yang memiliki ciri dan karateristik sendiri dibandigkan pers umum. Dimana secara operasional pers mahasiswa memiliki ca ra pengelolaan, dan sajian informasi yang identik dengan pembelaan hak-hak rakyat dengan dukungan idealisme gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;        Oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena itu guna menjamin tegaknya kebebasan pers serta terpenuhinya hak-hak masyarakat dalam memperoleh informasi secara benar, jelas dan tepat, maka pers mahasiswa juga memerlukan suatu landasan moral/etika yang disebut Kode Etik Pers Mahasiswa (PPMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Kode etik pers mahasiswa itu tentunya sarat dengan harapan bahwa ia bisa menjadi landasan moral, aturan main, penguat identitas, independensi, kritisisme dan landasan advokasi bagi wartawan mahasiswa saat menjalankan aktivitas jurnalistik. Tak hanya itu kode etik juga perlu dipahami sebagai aturan atau norma yang layak dijalankan di pers mahasiswa sebagai konsekuensi berorganisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem dan tata nilai yang tercantum dalam Kode Etik PPMI ini pada dasarnya tak bersifat mengikat tetapi obyektif dan sistematis serta tak terhegemoni oleh pihak manapun. Sekali lagi kode etik PPMI hanya berperan sebagai pengawal dan pedoman operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan mahasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Atas dasar itu Komisi Kode Etik perlu merekomendasikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KODE ETIK   PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA (PPMI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="AF"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="AF"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Garamond;" lang="AF"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Pers mahasiswa mengutamakan idealisme.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa proaktif dalam usaha mencerdaskan bangsa, membangun demokrasi dan mengutamakan kepentingan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa dengan penuh rasa tanggung jawab menghormati, memenuhi dan menjunjung tinggi hak rakyat untuk memperoleh informasi yang benar dan jelas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa harus menghindari pemberitaan diskriminasi yang berbau sara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa wajib menghargai dan melindungi hak nara sumber yang tidak mau disebut nama dan identitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa menghargai off the record terhadap korban kesusilaan dan atau pelaku kejahatan/tindak pidana dibawah umur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa dengan jelas dan jujur menyebut sumber ketika menggunakan berita atau tulisan dari suatu penerbitan, repro gambar/ilustrasi, foto dan atau karya orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan harus objektif serta proporsional dalam pemberitaan dan menghindari penafsiran/kesimpulan yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa tidak boleh menerima segala macam bentuk suap, menyiarkan atau mempublikasikan informasi serta tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi dan golongan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Pers mahasiswa wajib memperhatikan dan menindak lanjuti protes, hak jawab, somasi, gugatan dan atau keberatan-keberatan lain dari informasi yang dipublikasikan berupa pernyataan tertulis atau ralat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496801803408493?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496801803408493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496801803408493&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496801803408493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496801803408493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/kode-etik-ppmi.html' title='Kode Etik PPMI'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496794208309514</id><published>2006-08-07T09:25:00.001-07:00</published><updated>2006-08-08T08:54:27.106-07:00</updated><title type='text'>AD/ART PPMI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga&lt;br /&gt;Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Hasil Kongres VIII PPMI,&lt;br /&gt;23 – 27 Maret 2006,&lt;span style="color: black;"&gt; Sulawesi Selatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pasal 1&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Organisasi ini bernama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia yang  disingkat PPMI.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Didirikan pada tanggal 15 Oktober 1992 dengan jangka waktu yang tidak terbatas, di Malang.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Berkedudukan di Negara Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB II&lt;br /&gt;AZAS DAN SIFAT&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;PPMI berazaskan Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;PPMI bersifat independen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;VISI DAN MISI&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Visi PPMI adalah terciptanya pers mahasiswa sebagai kekuatan pembentuk budaya demokratis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Misi PPMI adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Memperjuangkan pers mahasiswa yang      menjunjung tinggi  kebebasan pers yang bertangung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memperjuangkan kelas tertindas dalam      aspek perjuangan demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;TUJUAN DAN USAHA&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;PPMI bertujuan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Mewujudkan cita-cita nasional      proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagaimana yang dimaksudkan dalam      pembukaan UUD 1945&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Membina daya upaya pers mahasiswa      untuk turut mengarahkan pendapat umum dengan berorientasi kerakyatan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;PPMI berusaha :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Membantu meningkatkan mutu anggota      baik di bidang jurnalistik atau manajemen pers mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Membantu mengatasi berbagai problema      yang dihadapi anggota.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Mandiri dan / bekerja sama dengan      instansi pemerintah atau non pemerintah baik dalam negeri maupun luar      negeri ke arah terwujudnya pers mahasiswa yang berkualitas sejauh visi dan      misinya tidak bertentangan AD/ART&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Membangun paradigma demokratisasi      daalm kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB V&lt;br /&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Atribut PPMI terdiri dari lambang dan bendera&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;BAB VI&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEANGGOTAAN DAN PENGURUS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pasal 9&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Anggota PPMI adalah Lembaga Pers Mahasiswa yang mendaftarkan  menjadi anggota.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pengurus PPMI adalah personal yang mendapat persetujuan dari LPM tempat ia bernaung untuk duduk di kepengurusan PPMI.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;STRUKTUR ORGANISASI&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Dewan      Etik Nasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sekertaris Jendral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Badan Pekerja Nasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Koordinator Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Badan Pekerja Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Rapat Kerja Wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Musyawarah Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;Pimpinan      PPMI Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Badan Pekerja Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Lembaga Pers Mahasiswa&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;STRUKTUR KEWENANGAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 12&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Kongres merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dewan Etik Nasional adalah lembaga independen dengan mekanisme tersendiri dalam melakukan fungsi kontrol terhadap kerja Sekretaris Jendral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sekjend mempunyai kewenangan mengambil keputusan dan kerja-kerja di tingkat nasional yang berkoordinasi dengan Dewan Etik Nasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Badan Pekerja Nasional mempunyai kewenangan melakukan kerja-kerja adminstratif di tingkat nasional yang dikoordinasikan oleh Sekjend&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Koordinator Wilayah mempunyai kewenangan membantu kerja-kerja Sekretaris Jendral sesuai wilayah masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Badan Pekerja Wilayah mempunyai kewenangan melakukan kerja-kerja ditingkat wilayah dibawah koordinasi Koordinator Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Pasal 18&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Rapat Kerja Wilayah berwenang mengajukan nama-nama sebagai calon Koordinator Wilayah dan Badan Pekerja Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; Pasal 19&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Musyawarah kota merupakan kewenangan tertinggi dalam pengambilan keputusan kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 20&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pimpinan  PPMI Kota mempunyai kewenangan tertinggi mengambil keputusan dan kerja-kerja di tingkat kota yang bersifat otonom&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Badan Pekerja Kota mempunyai kewenangan melakukan kerja-kerja diwilayah kota yang dikoordinasikan oleh Pimpinan PPMI Kota&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;BAB IX&lt;br /&gt;KEUANGAN&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Keuangan diperoleh dari :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Uang pangkal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Uang iuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Bantuan yang bersifat tidak mengikat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Usaha-usaha lain yang tidak      bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;KODE ETIK&lt;br /&gt;PERHIMPUNAN PERS MAHASISWA INDONESIA&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Anggota PPMI menjunjung tinggi kode etik pers mahasiswa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PERUBAHAN&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR / ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perubahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB XII&lt;br /&gt;PEMBUBARAN PPMI&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pembubaran PPMI hanya dapat dilakukan atas keputusan Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pasal 26&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Penyelesaian seluruh kekayaan dan hutang piutang pada saat dilakukan Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB XIII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: bold;" lang="ES"&gt;Proses Penyelesaian Masalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Pasal 27&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Konflik diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SV"&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BAB I&lt;br /&gt;ATRIBUT dan ART&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Lambang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lambang PPMI bertuliskan Perhimpunan      Pers Mahasiswa Indonesia ditulis setengah          melingkar yang berlatar belakang segitiga sama sisi dan pena dengan      singkatan PPMI di tengah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lambang PPMI berwarna merah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bendera&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bendera berwarna putih berukuran 2:3      dengan lambang PPMI di tengahnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Atribut lainnya merupakan sarana      pelengkap yang tidak bertentangan dengan AD/ART&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Arti :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Segitiga      sama sisi dengan tulisan PPMI di tengah menunjukkan bahwa PPMI berdiri      pada sisi yang netral diantara 3 pilar demokrasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tulisan dengan setengah lingkaran      berarti perjuangan yang tanpa akhir dan dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Pena      berarti identitas kita sebagai pers mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Warna      merah berarti kita berani untuk menyatakan kebenaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;warna      putih melambangkan independensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) anggota PPMI harus  memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pers      Mahasiswa yang ada di lingkungan perguruan tinggi dan aktif melakukan      aktivitas kelembagaan dalam jangka waktu 6 bulan (menerbitkan media)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mendaftarkan      diri menjadi anggota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran      Rumah Tangga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kewajiban-kewajiban Anggota :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Mematuhi AD/ART dan peraturan      PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjaga nama baik PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membayar uang iuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berpartisipasi aktif dalam setiap      kegiatan yang diselenggarakan oleh PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hak-Hak Anggota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap anggota mempunyai hak yang      sama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Anggota mempunyai hak suara dan hak      bicara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Pelanggaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Tidak mematuhi kewajiban-kewajiban sebagai anggota PPMI sesuai dengan pasal 4&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Melakukan pelanggaran terhadap kode etik pers mahasiswa Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sanksi-Sanksi dibedakan menjadi :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sanksi ringan berupa teguran lisan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sanksi sedang diberikan secara tertulis ketika anggota mendapat 2 kali teguran lisan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sanksi berat diberikan berupa pencabutan status keanggotaan PPMI setelah mendapat teguran secata tertulis 3 kali berturut-turut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Mekanisme pemberian sanksi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sanksi diberikan oleh Sekjend atas pertimbangan Dewan Etik Nasional&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sebelum sanksi dijatuhkan, setiap anggota berhak melakukan pembelaan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;KEPENGURUSAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kepengurusan terdiri dari Pengurus Nasional , korwil dan Pengurus Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pengurus berhenti atau diberhentikan apabila:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Telah      menyelesaikan masa studi kuliah dan/atau diberhentikan dari perguruan      tinggi yang bersangkutan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Meninggal      dunia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Melanggar      AD/ART&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Hal-hal      lain yang menyebabkan tidak dapat melakukan tugasnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengundurkan diri dengan membuat surat pengunduran diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Masa kepengurusan PPMI adalah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;PPMI      pusat selama 18 bulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;PPMI kota selama 1 (satu) tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 12&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mekanisme pemberian sanksi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika Sekretaris Jenderal melakukan pelanggaran berat maka sanksi diberikan dengan melakukan Kongres Luar Biasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kongres Luar Biasa akan difasilitasi      oleh Dewan Etik Nasional yang akan diatur di pasal selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;BAB 1V&lt;br /&gt;TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Dewan Etik Nasional adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memberikan pertimbangan kepada      Sekjend baik diminta maupun tidak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Mengawasi      jalannya roda organisasi dan kode etik PPMI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memberikan laporan pertanggungjawaban      kepada Kongres di akhir kepengurusan secara tertulis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Menyelenggarakan      musyawarah Dewan Etik Nasional&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Memfalisitasi      Kongres Luar Biasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Sekretaris Jendral adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Melaksanakan hasil-hasil Kongres&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Memberikan laporan pertanggungjawaban di akhir kepengurusan secara tertulis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menyelenggarakan Kongres&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menjadi penanggung jawab atas kerja Koordinator Wilayah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membangun hubungan dengan berbagai pihak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;7.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Mengangkat staf Badan Pekerja Nasional &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;8.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Mengangkat Koordinator Wilayah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;9.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Memfasilitasi advokasi dan pembangunan opini publik atas masalah kebebasan pers (baik umum maupun pers mahasiswa) yang dilakukan PPMI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Badan Pekerja Nasional adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Melaksanakan kerja-kerja administraif di tingkatan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Sekretaris Jendral PPMI di akhir kepengurusan secara tertulis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Melaksanakan setiap instruksi Sekretaris Jendral dari PPMI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 16&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab korwil adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membantu sekjend dalam melakukan kerja-kerja ditingkat wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mengkoordinasi kota-kota di wilayah masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Melaksanakan rapat kerwil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 17&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Ketua PPMI Kota adalah :&lt;br /&gt;1. Mengkoordinasikan LPM-LPM di wilayah Badan Pekerja Kota&lt;br /&gt;2. Menyelenggarakan musyawarah kota&lt;br /&gt;3. Memberikan laporan perkembangan di akhir kepengurusan pada Sekjend secara tertulis&lt;br /&gt;4. Melaksanakan hasil-hasil musyawarah kerja di masing-masing kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 18&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Badan Pekerja wilayah adalah :&lt;br /&gt;1. Melaksanakan kerja-kerja di tingkatan wilayah&lt;br /&gt;2. Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada korwil diakhir kepengurusan secara tertulis&lt;br /&gt;3. Melaksanakan setiap instruksi dari korwil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 19&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Badan Pekerja Kota adalah :&lt;br /&gt;1. Melaksanakan kerja-kerja di tingkatan kota&lt;br /&gt;2. Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada ketua PPMI kota di akhir kepengurusan secara tertulis&lt;br /&gt;3. Melaksanakan setiap instruksi dari ketua PPMI kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;BABV&lt;br /&gt;MEKANISME ORGANISASI&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dewan Etik Nasional bertanggung jawab kepada Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 21&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekjend bertanggung jawab kepada Kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 22&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Badan Pekerja Nasional bertanggung jawab kepada Sekjend&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 23&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Korwil bertanggung jawab pada sekjend&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 24&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Badan pekerja wilaYah bertanggung jawab kepada korwil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 25&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pimpinan kota bertanggung jawab kepada musyawarah Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 26&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Badan Pekerja Kota bertanggung jawab kepada pimpinan kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="NO-BOK"&gt;BAB VI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="NO-BOK"&gt;JENIS-JENIS FORUM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pasal 27&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Kongres merupakan forum tertinggi dalam PPMI yang bersifat mengikat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;rapat koordinasi Nasional merupakan forum rapat yagn membahas dan menetapkan program kerja di tingkat nasional yang diikuti oleh Sekretaris Jendral, Badan Pekerja Nasional,korwil dan pimpinan Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;rakkornas merupakan forum rapat dalam rangka melakukan koordinasi dan pemgambilan  kebijakan-kebijakan penting dalam tingkat nasional terkait dengan situasi yang berkembang diikuti oleh seluruh badan yang ada di PPMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Kongres Luar Biasa dilaksanankan dalam keadaan memaksa, yang kewenangannya setingkat /sama  dengan kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Musyawarah kota merupakan forum tertinggi dalam PPMI kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;musyawarah wilayah dilakukan dalam rangka menentukan calon koordinator wilayah dan badan pekerja wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Musyawarah Kerja Kota merupakan forum musyawarah yang membahas dan menetapkan program kerja ditingkat kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Musyawaah Koordinasi kota merupakan forum musyawarah dalam rangka  melakukan  koordinasi dan pemgambilan kebijakan-kebijakan penting dalam tingkat kota terkait dengan siuasi yang berkembang diikutii oleh seluruh badan yang ada di PPMI kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Musyawarah Luar Biasa Kota dilaksanakann dalam keadaan memaksa, yang kewenangannya setingkat/ sama dengan musyawarah kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;MEKANISME KONGRES&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;1.Kongres dilaksanakan setiap 18 bulan sekali&lt;br /&gt;2. Tanggal dan tempat serta acara Kongres harus diberitahukan oleh Sekjend selambat-lambatya 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan.&lt;br /&gt;3. Kongres dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota.&lt;br /&gt;4.Agenda Kongres terdiri dari :&lt;br /&gt;a.Pertanggungjawaban Sekjend dan DEN&lt;br /&gt;b.Pendemisioneran Sekjend dan DEN&lt;br /&gt;c. Pembahasan dan pengesahan AD/ART, GBHK, GBHO, kode etik, rekomendasi dan kebijakan organisasi lain.&lt;br /&gt;d. Pembahasan hal-hal lain yang dianggap perlu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pasal 29&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;rakor Nasional dilaksanakan setidak-tidaknya 2 bulan setelah kongres&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rakor Nasional dilaksanakan satu periode kepengurusan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;rakor &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Nasional menentukan program kerja yang akan dilaksanakan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rakor Nasional diikuti oleh Sekretaris Jenderal, Badan Pekerja Nasional, korwil, bp wilayah dan PPMI kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 30&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rapat Koordinasi nasional dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan organisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rapat Koordinasi nasional dihadiri oleh Sekretaris Jenderal, Badan Pekerja Nasional, korwil,bp wil dan PPMI Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 31&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Dalam keadaan memaksa dapat dilaksanakan Kongres Luar Biasa yang kewenangannya setingkat/sama dengan Kongres.&lt;br /&gt;2. Kongres Luar Biasa dapat dilaksanakan sekurang-kurangnya disepakati oleh 1/2 lebih 1 jumlah anggota PPMI Kota.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pasal 32&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Rapat wilayah dilaksanakan  satu      kali dalam satu periode kepengurusan PPMI Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rapat wilayah dilaksanakan untuk      menentukan calon korwil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;rapat wilayah      dilaksanakan   untuk menentukan badan pekerja wilayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;pasal 33&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;musyawarah kota dilaksanakan       satu kali dalam satu periode kepengurusan PPMI Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Musyawarah Kota memilih pimpinan Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Musyawarah Kota diikuuti       sekurang-kurangnya oleh 1/2 lebih 1 jumlah anggota PPMI Kota.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Musyawarah Kota diikuuti oleh seluruh      LPM anggota  di kota  yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;BAB VIII&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="FI"&gt;MEKANISMSE PENYELESAIAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 34&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antar lembaga pers mahasiswa yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab adalah PPMI kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Pasal 35&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antara lembaga pers mahasiswa dengan PPMI Kota  yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab adalah korwil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 36&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antara korwil dengan PPMI Kota  yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab adalah sekjend&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 37&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antara PPMI Kota dengan PPMI Kota lainnya yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab adalah sekjend dan DEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 38&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antara PPMI Kota dengan Sekretaris Jenderal yang berhak menyelesaikan adalah Dewan Etik Nasional&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Pasal 39&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Apabila konflik terjadi antara Sekretaris Jenderal dengan Dewan Etik Nasional yang berhak menyelesaikan adalah kongres dan/ atau Kongres Luar Biasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;BAB VI&lt;br /&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496794208309514?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496794208309514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496794208309514&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496794208309514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496794208309514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/adart-ppmi.html' title='AD/ART PPMI'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496796650425078</id><published>2006-08-07T09:25:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:26:06.506-07:00</updated><title type='text'>GBHK PPMI</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496796650425078?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496796650425078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496796650425078&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496796650425078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496796650425078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/gbhk-ppmi.html' title='GBHK PPMI'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496790158533278</id><published>2006-08-07T09:24:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:25:01.586-07:00</updated><title type='text'>Sejarah PPMI</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496790158533278?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496790158533278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496790158533278&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496790158533278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496790158533278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/sejarah-ppmi.html' title='Sejarah PPMI'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496759944257968</id><published>2006-08-07T09:19:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:19:59.443-07:00</updated><title type='text'>Pengurus PPMI DK Bandung</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496759944257968?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496759944257968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496759944257968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496759944257968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496759944257968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/pengurus-ppmi-dk-bandung.html' title='Pengurus PPMI DK Bandung'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-115496752814926472</id><published>2006-08-07T09:15:00.000-07:00</published><updated>2006-08-07T09:33:00.213-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Kami Bermula</title><content type='html'>Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) merupakan sebuah wadah perhimpunan bagi seluruh penggiat pers di Indonesia. Arah gerakannya selalu berlawanan dengan arus yang senang mengikuti perkembangan zaman. Tak heran wadah ini sampai sekarang bisa dianggap masih merupakan gerakan bawah tanah yang tidak legal dan tidak 'terdaftar' di organisasi pemerintah yang mewadahi organisasi pelajar dan kepemudaan. Tapi itulah ciri organisasi ini. Berusaha menjadi mitra masyarakat baik masyarakat kampus maupun masyarakat umum dalam melawan kebijakan-kebijakan otoritarian, tidak hanya pemerintah tetapi organ atau lembaga manapun yang dianggap merugikan. Sasaran kritikan bisa mahasiswa itu sendiri, masyarakat, pemerintah, rektorat, partai-partai, dll. Ciri khas lainnya adalah bergerak melalui tulisan tidak melalui kekerasan atau otot.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Lahir pada tanggal 15 Oktober 1992 di kota Malang Jawa Timur pada Kongres I berdasarkan perwakilan dari beberapa daerah di Nusantara. Sekarang pada usianya yang mau beranjak ke 12 tahun mulai menapakkan langkahnya menuju soliditas persma se-Indonesia. Meskipun tidak mengklaim sebagai satu-satunya organisasi pers mahasiswa di Indonesia akan tetapi boleh dibilang sebagai organisasi terbesar penerus IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia) yang pernah lahir dan berkembang sejak tahun 1955.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bandung merupakan sebuah kota sejuk sekaligus dingin yang terletak di daerah pegunungan Parahyangan, bekas petilasan danau purba yakni danau Bandung. Bekas danau itulah yang kini menjadi daerah Bandung (Kabupaten dan kota Bandung serta kota Cimahi).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak tahun 2003 tepatnya pada bulan Maret 2003 dideklarasikanlah PPMI kota Bandung di Universitas Winayamukti kawasan pendidikan Jatinangor Sumedang dan yang menjadi tuan rumahnya adalah LPM "Hijau". Deklarasi dimulai dengan diskusi kecil-kecilan mengenai Quo vadis pers mahasiswa pasca euforia reformasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan acara deklarasi dan penandatanganan naskah dokumen deklarasi oleh tujuh LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) dari perguruan tinggi yang terdapat di Bandung. Beberapa LPM tersebut adalah: EKSIS-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPKP, ISOLA POS-Universitas Pendidikan Indonesia, HIJAU-Universitas Winayamukti, KOREK-Sekolah Tinggi Bahasa Asing, PASOENDAN-FISIP Universitas Pasundan, SUAKA-IAIN Sunan Gunung Djati, VONIS-FH Universitas Padjadjaran.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Isi deklarasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan kesadaran untuk mewujudkan nilai-nilai kebersamaan, kebenaran, keadilan, dan untuk menumbuhkembangkan demokrasi, maka diperlukannya suatu wadah komunikasi pers mahasiswa se-Bandung dan sekitarnya, yang menjunjung tinggi nilai-nilai Jurnalistik yang kritis, objektif, dan independent.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Visi  : PPMI adalah terciptanya pers mahasiswa sebagai kekuatan pembentuk budaya demokratis&lt;br /&gt;- Misi : Memperjuangkan pers mahasiswa yang menjunjung tinggi kebebasan pers yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang tergabung dalam PPMI Dewan Kota Bandung terdiri :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Isola Pos - Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPM UPI)&lt;br /&gt;LPM Suaka IAIN SGD&lt;br /&gt;LPM Refleksi UNINUS&lt;br /&gt;BPPM Pasoendan FISIP Unpas&lt;br /&gt;LPM Eksis STIE YPKP&lt;br /&gt;LPM Hijau Fahutan UNWIM&lt;br /&gt;LPM Adipraja STPDN&lt;br /&gt;LPM Korek STBA YAPARI ABBA&lt;br /&gt;LPM Birama UNIKOM&lt;br /&gt;LPM Medika STIMIK Bandung&lt;br /&gt;LPM Polar FH UNPAD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-115496752814926472?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/115496752814926472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=115496752814926472&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496752814926472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/115496752814926472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2006/08/bagaimana-kami-bermula.html' title='Bagaimana Kami Bermula'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13894424.post-112244841567833939</id><published>2005-07-27T00:01:00.000-07:00</published><updated>2005-08-08T01:38:15.793-07:00</updated><title type='text'>Jaringan Individu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.geocities.com/persmahasiswa"&gt;BPPM Pasoendan FISIP Unpas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://putrabintang.blogspot.com&gt;Ariyandi Gunawan&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13894424-112244841567833939?l=ppmibandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppmibandung.blogspot.com/feeds/112244841567833939/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13894424&amp;postID=112244841567833939&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/112244841567833939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13894424/posts/default/112244841567833939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppmibandung.blogspot.com/2005/07/jaringan-individu.html' title='Jaringan Individu'/><author><name>PPMI Bandung</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15410342698572015747</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
